Feeds:
Posts
Comments

Senja  menemani langkahku yang sepi…

Tatkala mentari sudah Lelah menampakkan sinarnya

Mungkin Hari ini Mentari Bekerja Seharian ….memberi kehangatan ,

memberi impian dan memberi kesempatan untuk hidup sekelilingnya

Padaku dimana kutumpukan semua langkah ini menuju Ujung Singgasana

dimana aku dilahirkan di sebuah dusun tak berawan

Dimana langit terlihat jelas dengan panoramanya…

dimana langit telanjang dada, dan tak sehelai awanpun menutupinya

Namun langkahku tak jua sampai singgasana

dimana matahari menjadi Bagindanya

padahal kutahu matahari mengharap kedatanganku

karena aku lah yang mampu menceritakan secara terbuka

apa yang selama ini mentari butuhkan

karena aku tak pernah di liputi awan yang membuat sinarnya membias

karena aku selalu bertatapan dengannya di dusun tak berawan

tapi mengapa langkahku masih teramat jauuh menuju singgasananya

seperti berjalan di eskalator yang terbalik arahnya, namun ku tetap melangkah

Aku terus berjuang demi ingin mencapai singgasana matahari

agar aku dapat menceritakan langsung kabar berita dari dusunku

aku ingin sampaikan apa yang mesti di berikan oleh sang baginda matahari

Dari Dusunku yang tak berawan……

medio, Jakarta 1 Februari 2010

“DEAR HONESTY”

Dear Honesty…. apakah sebuah kejujuran saat ini sudah tidak ada nilainya..?, aku yang berada dalam balutan sebuah asa…ketepi dimana aku merasa tak nyaman di tengah-tengah, melantunkan bait-bait kekecewaan di kala “honesty” tidak lagi di anggap sebagai sebuah norma dimana kejujuran tidak lagi di jadikan sebagai sebuah hal yang Reasonable, kejujuran hanya mendiami pada dominasi hati kecil yang rapuh.. dalam ketidak berdayaan menerima sebuah umpatan,cacian ataupun ungkapan perasaan yang di ilhami dalam deliknya hidup ini.

Padamu “Honesty” aku menyampaikan … dimana kau berada disaat aku ingin mengungkapkannya tapi kau menghilang karena ketakutanmu dalam melawan tirani hidup yang mengobrak-abrik semua kejujuran dengan Kesombongan, Kebohongan,Janji Muluk, Kedengkian dan Emosi yang meledak. Dimana kau bersembunyi wahai “honesty” disaat aku maju berperang untuk memberikan kebenaran dan kebajikan, tapi kau bersembunyi layaknya tak bertaji lagi … akankah kau sembunyikan kebenaran ini karena kau takut menghakiminya.?

Honesty…Jika kau masih memiliki sebuah keberanian majulah dan tantanglah kebathilan ini, turunkan tonggak-tonggak tirani yang menghalangi kebenaran ini, hempaskan semuanya kehadapanku dan nyatakan bahwa kau masih “Lantang” bahwa kau masih dapat berjuang, bahwa kau masih memiliki Taji berperang melawan “Ketidak Adilan”.

Dear honesty …jika kamu mendengar apa yang di inginkan oleh semua mata hati dan keinginan semua insan muncullah agar kau ada jangan berlindung dibalik dinding-dinding kenistaan yang mereka merantaimu dalam ketidak berdayaan … agar mereka dapat mencekokimu dengan semua empedu hingga kau mati rasa dan tak memiliki arti sebuah KEJUJURAN.

“SENYUM”

“SENYUM”

jakarta,29 Januari 2010

Kenapa judul “SENYUM” saya kemukakan pada tulisan ini, karena hari ini adalah dimana saya mendapat pelajaran yang seius dari sebuah “SENYUM”. Di Pagi Hari tepat pukul 03.00 WIB saya masih terjaga dan melakukan aktivitas untuk membuat konsep-konsep acara Off Air yang akan di presentasikan pekan ini, dalam keadaan lelah dan belum sempat tidur saya terus melakukan kegiatan tersebut hingga rasa kantuk menyerang, sambil berkomunikasi melalui YM teman di seberang eropa sana, karena saat itu Dia telah kembali Siaran dan dengan “SENYUM” yang khas dia membawakan acara barunya. tapi disini saya tidak membahas tentang “dia”…, tapi kelanjutan dari senyumnya yang berdampak pada pagi hariku, ya “SENYUM” terkadang orang melupakan bahwa makna senyum adalah cerminan, ekspresi, balutan jiwa yang terlampiaskan oleh keadaan sebuah emosi pada mahluk hidup terutama manusia. di pagi ini aku mendapatkan makna “SENYUM” dari sebuah dorongan hati kecil yang sangat dalam…. dimana dalam kelelahan aku di paksa tersenyum oleh keadaan, dimana aku bergelut dengan hiruk pikuk dentuman kendaraan yang saling menyalip demi mencapai tujuan, dan dalam kepanikan waktu masing-masing orang aku perhatikan, kenapa mereka melupakan senyum di pagi ini, kenapa mereka terlepas dari balutan senyum pagi ini..? pertanyaan demi pertanyaan muncul pada diriku. Dalam keadaan gamang sambil kuperhatikan orang sekitar, hatiku berkata jujur: “ben…senyum ben jangan biarkan pagi ini hilang keceriaan karena hilang senyummu..” huuuh aku terbangun dengan kata itu ya “SENYUM” aku memulai senyum walau getir kurasa tapi harus kuceriakan hari ini, lalu dalam lamunan tersebut aku melihat beberapa pengendara saling adu mulut karena tidak mau mengalah, mereka saling argumentasi layaknya tontonan televisi debat para birokrat dan wakil rakyat di layar kaca, tapi ini kusaksikan langsung LIVE tanpa siaran pemancar. hmm….desah nafasku kutarik dalam-dalam.. kenapa siih mereka gak mikir dalam keadaan seperti ini bukannya memecahkan masalah dengan “SENYUM” malah ngotot-ngototan gak ada yang mau memberi jalan, semua akhirnya tertuju pada dua orang yang berdebat di jalan itu sehingga kemacetan malah semakin semrawut dan tak terkendali, ini seperti cerminan wakil-wakil rakyat yang berdebat tidak mau mengalah dan mencari solusi dengan “SENYUM” maunya ingin di tonton perdebatannya layaknya “Dagelan Wayang”, haduuuh waktuku bisa habis di jalan niih kalau begini caranya…sempat aku kesal dengan kejadian ini, namun aku mencoba “SENYUM” sehingga yang lain pun ikut “SENYUM” entah apa arti senyum mereka..?? apakah mengolok-olok dua orang tersebut, atau senyum karena geli melihat Dagelan Dunia ini…? sampai akhirya seorang petugas datang mendamaikan suasana…nah Aku melihat Senyum pada petugas ini… waah baru kali ini melihat seorang petugas Tersenyum dalam keadaan hiruk pikuk dan kemacetan, SENYUM yang di berikan sepertinya mencairkan suasana, dan akhirnya membuat jalanan kembali lancar dan kedua orang yang berdebat pun kini berdamai dan menuju ketempat tujuannya masing-masing. Waah aku “SENYUM” melihat perbuatan petugas tersebut, senang dengan kewibawaannya mendamaikan dua orang tersebut, tidak petantang-petenteng dengan attributnya sebagai petugas, ini contoh bahwa “SENYUM” bisa mencairkan suasana yang “Conflicated” , maka sambil melanjutkan tujuanku aku melaju dengan “SENYUM” dan sambil memotivasi diri : “ben senyum dalam setiap apapun yang kamu kerjakan dan yang kamu selesaikan”. Maka “SENYUM” memang arti hidup walau terkadang orang “SENYUM” karena keterpaksaan tapi “SENYUM” bisa membuat segalanya menjadi Cair dan memberi jalan keluar dengan indah. Maka tersenyumlah kawan…. dalam tindakanmu dalam lisanmu…dalam nafasmu…dan dalam niatmu..! Karena “SENYUM” adalah arti hidup ….. jika kamu sudah tak mampu tersenyum, maka pupuslah hidupmu….

Kejadian lalu seakan tak membuat kita menjadi berpikiran jernih, padahal sudah jelas-perkataan tersebut..!..kenapa masih di tanyakan kembali, bukan mencari kesalahan yang terjadi antara kita berdua tapi kita juga tak bisa menyalahkan waktu seperti yang kau katakan!.

Kita dalam posisi yang salah atau berada di tempat yang salah aku sendiri tidak mengerti, atau keadaan kita memang salah aku juga bingung menilainya. Aku berpikir tindakkanku salah ….tapi kamu menyalahkan dirimu…siapa siih sebenarnya yang mau kita salahkan?.. kita mengaku salah kita bingung mengaku salah pada siapa..? kita menyalahkan waktu ..waktu tak pernah berada pada keadaan kita… apakah keberaan kita berdua salah oleh sang waktu?? tidak bisa kita paksakan akan hal itu.

Menelaah kembali kepada diri kita masing-masing dengan ketertutupan ini menjadikan kita merasa bodoh diantara yang lainnya…. ketidak berdayaan hati kita membuat kita lemah berada di sekeliling kita.

Kita pasrahkan saja dan kembalikan saja kepada Zat yang Maha Pencipta keadaan dan waktu. bukan harus menunggu SUARA dimana akan menjawab pertanyaan kita. tapi beranikan kita membuka SUARA. itu yang harus dilakukan.

AKHIRNYA….

BUKAN SEMUA YANG TERBUKA TERASA INDAH DAN LAPANG

BUKAN SEMUA YANG JUJUR ADALAH KEBAIKAN

BUKAN SEMUA CINTA ITU ANUGERAH

BUKAN SEMUA HIKMAH ADALAH PANUTAN

KISAH INI ADALAH DIMANA KITA TIDAK LAGI MERASA NYAMAN

KISAH INI ADALAH DIMANA KITA SUDAH MERASA TERUSIK

MAKA MAAF ADALAH TINGGAL KATA-KATA

MAKA MAAF ADALAH HANYA TINGGAL BATHIN SAJA

DIMANA RASA ITU TELAH HILANG …

DIMANA KETIADAAN ADALAH KEBAIKAN..

SEMUA PENUTURAN HANYALAH TINGGAL MIMPI

SEMUA HARAPAN HANYALAH TINGGAL KIASAN

DUNIA, TERNYATA INI YANG TERASA OLEHKU

DUNIA, TERNYATA INI YANG KAU BERIKAN KEPADAKU

TIDAK ADA……

TIDAK NYATA…

HAMPA….

DAN MATILAH AKHIRNYA…..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.